Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2016

Teman dan Pak Polisi Minta Pulsa

Sebenernya si ini udah kasus lama, udh banyak juga yang mengalami kasus kaya gini, bahkan saya sempat melihat ada orang yang beli pulsa di Mini market di daerah Perumahan Kosambi dengan total pulsa Rp. 300.000. Setelah di minta untuk membayar oleh kasir, dia kaget karena dia merasa itu bukan nomor si korban, akhirnya karna pihak Mini market  juga tidak mau rugi maka sebagai jaminan hp si korban harus ditahn sebagai jaminan. Akhirnya sebuah gadget dengan gambar apel kegigit pun jadi jaminan. Sekarang kejadian itu terjadi di keluarga saya sendiri, padahal kejadian tersebut sudah saya ceritakan kepada keluarga saya tapi apadaya mungkin ini ujian akhirnya Kaka saya menjadi korban. Pukul 11.00 WIB saya mengajak kaka saya untuk menemani saya pergi dan menyuruh dia untuk bersiap-siap, saya pun pergi bersiap-siap. Setelah saya selesai mandi saya melihat kaka saya pergi tergesa-gesa, saya pikir dia sedang disuruh papa saya untuk beli makan karena biasanya papa saya menyuruh kami untuk membeli

Kampung Inggris Part 1

Setelah lulus kuliah, banyak rencana yg diinginkan pengen kesana kesini, pengen ngelamar di stasiun TV karena kebetulan lulusan S.Ikom dengan major Broadcast. But it's not easy, alhasil mencoba peruntungan ke BANK BCA ( Baca cerita gue tentang Tes Bank BCA  ). Sampai pada akhirnya rencana gue yang tertunda untuk pergi ke Kampung Inggris jadi pilihan gue. Awalnya berencana ke Kampung Inggris itu untuk periode 25 Oktober 2015 tapi berhubung mau mencoba untuk mencari kerja jadi di urungkan. Sampai akhirnya memustuskan untuk ke Kampung Inggris tanggal 25 November setelah selesai tes di Bank BCA dan sambil menunggu kabar gembiran (Amin) dari Bank BCA. 23 November 2015, akhirnya berangkat menuju Kampung Inggris yang terletak di Kediri tepatnya di Pare, Jawa Timur. Setelah mencari nformasi tentang Kampung Inggris memilih Eureka Tour untuk menjadi jasa travel saya untuk mengurus tempat les saya dan penjemputan saya setelah sampai di Kediri. Dengan menggunakan Kereta, dan dengan nyal

Hello My Dream, Hello BCA and Thanks Ya Allah

Setelah lulus Kuliah, saya memberanikan diri untuk melamar di salah satu Bank Swasta ternama yaitu Bank BCA. Melalui website Bank tersebut saya mendaftar untuk menempati posisi sebagai PSPO (Program Staff Pendukung Operasi). Saya mendaftar tepatnya di akhir bulan Oktober, saya selalu membawa kemanapun Hp saya takut sewaktu-waktu ada telepon untuk interview. Sampai akhirnya saya melupakan Bank BCA dan menggubur harapan saya. Diawal bulan November, tepatnya tanggal 9 November saya mendapatkan Info untuk Psikotes PSPO BCA, Astaga mimpi yang sudah saya kubur kini bersinar kembali. Tanggal 11 November 2015 saya melakukan psikotes, dengan hati senang saya berangkat menuju Wisma Asia diantar supir Gojek. Sesampainta disana ternyata saingan saya begitu banyak kira-kira sekitar 60 orang, dan mereka mayoritas sudah memiliki penggalaman, sempat terlintas pesimis terhadap tes ini. Tes pertama yg saya lakukan adalah tes aritmatik, gambar bangunan, tes koran, dll. Ternyata disini tes terbagi dua

Mimpi Menjadi Seorang Penulis

Entah sudah berapa puluh perusahaan yang gue lamar, udh berapa puluh perusahaan yg manggil gue interview, tapi gak ada satupun yg pasti. Hmmm nikmat Mu ini sungguh Indah ya Allah, sungguh melatih kesabaran ku. Entah salah dimana sampe tak satupun perusahaan yang memilih gue untuk menjadi karyawannya. Menaruh harapan besar, berpikir positif kalau Allah pasti memberikan yg terbaik untuk Hambanya ini, pernah ada Salah satu HRD di sebuah perusahaan bilang "kamu harus bersyukur, dengan keluarga kamu yg gk lengkap, tapi masih ada satu orang tua yg masih bisa jadi temen dan kamu bisa meraih S1, kamu bermimpi jadi penulis, kenapa kamu gk latih supaya tulisan mu lebih baik, saya rasa jika kamu pd dengan tulisan mu, dan terus berlatih, cita2 kamu bakal tercapai" itu lah kata2 yang bikin gue termotivasi untuk menulis lagi, setelah mengabaikan tulisan yg pernah tergores. Sekarang jadi berpikir mungkin Allah menukiskan takdir gue bukan untuk kerja di kantor, mungkin bener gue harus me